Beasiswa,  Hungaria,  Kuliah,  PhD,  Stipendium Hungaricum

Alasan Mengapa Saya Kuliah di Hungaria

Pemandangan Kota Budapest

Pertanyaan ini banyak ditanyakan oleh rekan kerja saya di Indonesia, maupun rekan di Hungaria. Mengapa memilih Hungaria? Dan selalu jawab dengan jujur, karena hanya Hungaria yang mau menerima dan memberi beasiswa kepada saya. Jadi bisa dibilang, saya tidak memilih Hungaria, tapi Hungaria yang memilih saya. Saya selalu punya prinsip, coba semua peluang, namun kesempatan pertama yang muncul itulah yang akan saya ambil. Seperti itu pula pengambilan keputusan yang saya lakukan ketika memilih tempat kuliah S1, S2, dan juga tempat kerja (dan jodoh?). Bisa jadi itu bukan keputusan terbaik karena saya belum melihat kesempatan yang lain, tapi setidaknya ini keputusan yang paling aman dan memberikan paling sedikit penyesalan di kemudian hari.

Hungaria memang bukan destinasi favorit untuk melanjutkan studi kalau dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika, Inggris, Australia, atau Belanda. Rangking universitas di Hungaria juga tidak terlalu tinggi, dan nominal beasiswa yang diberikan juga tidak terlalu besar. Namun bagi saya, tidak terlalu penting dimana saya belajar, toh ketika sudah selesai nanti, gelarnya juga sama saja. Saya juga tidak butuh lagi membuat personal branding berlebihan, karena mau bagaimanapun setelah lulus nanti saya tidak ada pilihan lain selain Kembali mengabdi di UMM. Jadi ya pragmatis saja, yang penting lulus S3 di luar negeri. Kalau soal kompetensi, saya yakin itu tidak ditentukan oleh universitas, tapi oleh kita sendiri dan support dari supervisor kita. Dan yang saya tahu, supervisor saya memanglah ahli di bidang yang sedang saya tekuni. Jadi secara subjektif, kuliah di Hungaria ini sudah lebih dari cukup buat saya. Tapi, ada beberapa alasan objektif yang bisa dijadikan pertimbangan juga mengapa kuliah di Hungaria ini layak untuk dijadikan pilihan utama. Beberapa alasan itu adalah sebagai berikut:

Biaya hidup yang murah

Untuk ukuran negara Eropa, biaya hidup di Hungaria terbilang cukup murah jika dibandingkan negara-negara Eropa lainnya. Biaya hidup yang dikeluarkan tentu saja tergantung dari gaya hidup dan di kota mana kita tinggal. Tapi untuk biaya hidup di Budapest (ibu kota Hungaria) sendiri, tidak berbeda jauh dengan biaya hidup di Jakarta. Untuk kota lain, tentu biaya hidupnya lebih murah. Jadi dengan uang beasiswa yang sebenarnya terbilang kecil, kita masih bisa hidup dengan layak lah di Hungaria. Untuk gambaran biaya hidup di Hungaria, bisa melihat tulisan saya berikut (klik di sini)

Mutu Pendidikan yang berkualitas

Program studi yang paling popular di Hungaria adalah kedokteran, kedokteran gigi, dan kedokteran hewan. Gelar yang diperoleh diakui oleh WHO dan universitas lainnya di Eropa. Program studi lain yang ditawarkan juga cukup lengkap, mulai dari Psikologi, Pendidikan, MIPA, teknik, humaniora, dll. Selain itu universitas-universitas di Hungaria mengikuti sistem aturan Bologna Process yang berarti universitas di Hongaria bisa memberikan gelar Bachelor, Master dan Phd kalau persyaratan-persyaratan sudah dipenuhi. Ini juga berarti gelar yang sudah didapat di universitas di Hungaria mendapat pengakuan dan dipakai untuk melanjutkan pendidikan di negara-negara Uni Eropa lainnya. Ada beberapa universitas bergengsi di Hungaria yang masuk dalam pemeringkatan THE atau QS di antaranya Eotvos Lorand University (ELTE), University of Semmelweis, Central European University, University of Debrecen, Szeged University, dan Corvinus University of Budapest.

Lokasi strategis dan pemandangan indah

Hungaria terletak di jantung Eropa, sehingga mau ke negara mana-mana di Eropa cukup dekat. Hungaria juga masuk dalam Uni Eropa, sehingga residence permit kita valid digunakan untuk traveling ke negara Uni Eropa lainnya tanpa perlu mengurus visa lagi. Selain itu, Hungaria sendiri merupakan kota yang sangat indah, yang dihiasi oleh bangunan-bangunan historis dengan sentuhan arsitektur yang sangat menawan contohnya St Stephen’s Basilica, Buda Castle, Fisherman’s Bastion, dan Parliament House. Tidak heran kalau Hungaria jadi destinasi wisata terkenal di Eropa.

Menggunakan Bahasa Inggris dalam perkuliahan

Di Hungaria, Sebagian besar orang memang menggunakan bahasa Magyar (bahasa Hungaria) dalam percakapan sehari-hari, dan yang mampu berbahasa Inggris tidak terlalu banyak. Tapi jangan khawatir, untuk perkuliahan banyak sekali program yang menawarkan dalam bahasa Inggris. Tidak ada kewajiban harus menguasai bahasa Hungaria juga bagi penerima beasiswa PhD, namun bagi penerima beasiswa bachelor dan master, mereka wajib mengikuti kelas bahasa Hungaria pada tahun pertama. Tapi tenang saja, kelas ini tidak menentukan keberlanjutan beasiswa kita kok. Artinya kalaupun kita tidak lulus, kita tetap dapat beasiswa, namun dengan pemotongan untuk semester 2.

Keragaman budaya untuk pelajar internasional

Tiap tahun, pemerintah Hungaria memberikan beasiswa kepada lebih dari 4500 orang dari 70 negara untuk berkuliah gratis di Hungaria (untuk beasiswa Stipendium Hungaricum lihat di sini). Tentu saja ini jumlah yang sangat besar. Jadi tiap tahun ada ribuan pelajar internasional baru hadir di Hungaria. Belajar di Hungaria tentu saja bukan hanya belajar akademik saja, tapi juga belajar kehidupan tentang keragaman budaya dan toleransi. Kita bisa memperluas jaringan pertemanan dan belajar mengenai kehidupan mancanegara dari teman-teman kita dari negara lain.

Nah itu tadi beberapa alasan yang bisa dijadikan alasan kuliah di Hungaria. Selain alasan akademik, alasan non-akademik juga bisa menjadi pertimbangan. Hungaria juga negara yang aman dan maju, sehingga banyak hal yang bisa kita pelajari. Terlepas dari itu, belajar di luar negeri tentu memiliki tantangan sendiri mulai dari perbedaan cuaca, makanan, jauh dari keluarga, kesulitan bahasa, perbedaan budaya, dll. Hal ini yang akan membuat kita lebih kuat, tidak hanya secara akademik, namun juga mental kita dalam menghadapi perubahan dan tantangan. Itu yang tidak bisa didapatkan dari kuliah di dalam negeri.

Follow me in social media:

Pensiunan guru SD yang promosi menjadi dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Sekarang balik lagi jadi mahasiswa di Benua Biru

6 Comments

  • Robert Saputra

    Selamat pagi mas hanif, saya sangat tertarik dengan konten2 mas hanif d youtube dan terimakasih sudah merespon beberapa pertanyaan saya di channel youtube mas hanif.
    Jika mas hanif berkenan, saya ingin komunikasi dan konsultasi lebih jauh ttg persiapan beasiswa SH, apakah boleh jika saya meminta email mas hanif?

  • Atina

    Selamat malam pak hanif, saya anak s1 yang tertarik untuk melanjutkan s2 di hungaria. Apakah pak hanif tau agen konsultasi yang bisa menghubungkan ke universitas di hungaria? Dan jika saya ingin apply beasiswa SH, apakah saya apply uni tersebut terlebih dahulu atau apply uni itu sekaligus dgn SH? Terima kasih

    • Hanif Akhtar

      Saya rasa saat ini belum ada agen untuk universitas di Hungaria. Jika mau apply, apply beasiswa saja, nanti secara otomatis akan diikutkan seleksi universitas pilihan juga, jadi ga perlu apply universitas secara terpisah

  • Farrel Alvieri

    Selamat pagi dari Indonesia Pak Hanif,
    Izin bertanya soal beasiswa SH. Saya memiliki rencana untuk melanjutkan studi S2 di Hungaria melalui beasiswa SH. Setelah saya melihat-lihat besaran uang saku yang diterima awardees tentu saja saya merasa sangat kaget terlebih saya sering mendengar cerita-cerita awardees yang harus hidup ‘di bawah garis kemiskinan’ (saya sering mendengar cerita kalau awardees masih harus dikirimi uang dari tanah air, lalu ada pernah mendengar mahasiswa S3 yang harus bekerja pabrik demi menghidupi kehidupan, kemudian ada juga mahasiswa yang terancam putus studi akibat kekurangan uang bulanan maupun melakukan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang membuat studinya terbengkalai). Mahasiswa Indonesia yang studi di luar negeri sangat menyarankan kami untuk tidak studi ke Hungaria melalui SH. Kebetulan saya pun pernah melakukan suatu projek pendidikan di Republik Ceko yang 11-12 dengan Hungaria pun memiliki pengeluaran yang berada jauh di atas uang saku awardees SH. Apakah semua itu benar? Lalu apabila benar maka adakah beasiswa Pemerintah/Kampus Hungaria yang benar-benar bisa menjamin kehidupan mahasiswanya secara ‘layak’? Demikian yang hendak saya sampaikan. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya

    • Hanif Akhtar

      Fakta bahwa uang beasiswa yg diterima dari SH itu kecil adalah BENAR. Untuk bachelor dan master, perbulan hanya menerima sekitar 2jt Rupiah (+2 juta kalau untuk bantuan akomodasi kalau memilih tinggal di luar Dormitory), sedangkan untuk PhD “hanya” menerima sekitar 7 juta rupiah. Tapi semua itu balik lagi ke gaya hidup. Dengan 2 juta Rupiah per bulan, kalau kita super irit, itu sudah sangat cukup, ga perlu cari pemasukan tambahan dengan bekerja. Bahkan bisa nabung juga buat jalan-jalan. Tantangannya memang menahan diri dari jalan-jalan dan jajan, karena “mumpung” tinggal di Eropa, maunya semua dieksplore. Tapi memang buat eksplore itu butuh biaya. Jadi kalau memang prioritas mau studi, dengan uang saku yang diterima saya jamin cukup. Tapi saya pun akan menyarankan hal yang sama, kalau bisa jangan beasiswa SH, cari beasiswa yang lain, yang lebih mapan, Erasmus misalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *